Friday, May 15, 2015

// // Leave a Comment

Hukuman Mati ala Korea Utara yang Kejam

Hukuman mati masih menjadi kontroversi, terutama di negara-negara Eropa yang gencar menentang adanya hukuman mati ini. Alasan yang sering digunakan oleh para penentang eksekusi mati ini adalah HAM. Akan tetapi, beberapa negara masih memperlakukan hukuman mati ini kepada para pelanggar hukum, terutama pelanggar hukum tertentu seperti kasus narkoba atau pembunuhan berat.
Biasanya eksekusi mati yang sering dilakukan adalah dengan tembakan, gantungan, atau suntik mati. Akan tetapi, ternyata ada eksekusi mati yang kejam bahkan diluar pikiran manusia. Korea Utara, saat ini tengah disorot karena tak pandang bulu dalam menjatuhkan eksekusi mati kepada warganya, bahkan kepada para keluarga pemimpin negara tersebut.

Yang terbaru, seorang menteri di Korea Utara bernama Hyon Yong-Chol dieksekusi mati karena ketahuan tertidur di tengah-tengah acara kemiliteran. Yang mengejutkan, menteri tersebut dieksekusi dengan ditembak menggunakan roket anti serangan udara hingga tubuhnya tak bersisa. Kim Jong Un menilai tindakan menteri tersebut merupakan tindakan yang tidak hormat dan pantas dihukum mati.

Lain lagi dengan sang paman yang dituduh terkait dengan tindak korupsi. Oleh Kim Jong Un, sang paman yang bernama Jang Song Thaek dijebloskan ke dalam sebuah tempat yang berisi 120 anjing liar kelaparan. Tentu saja anjing tersebut langsung menyerbu tubuh orang yang merupakan paman dari Kim Jong Un sendiri. Sementara istri dari Jang Song Thaek juga dieksekusi dengan cara diracun karena tak terima dengan perlakuan sang ponakan.

Eksekusi mati yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara tersebut tentu saja langsung membuat Kim Jong Un sebagai pemimpin negara itu mendapat julukan diktator di era modern. 

0 comments:

Post a Comment