Tuesday, March 21, 2017

// // 18 comments

Misteri Enochian, Bahasa Malaikat yang Hilang

Manusia memang selalu haus akan misteri. Termasuk tentang misteri apa dan bagaimana para malaikat berkomunikasi satu sama lain. Sudah jelas bahwa malaikat berada di dimensi yang berbeda dengan manusia. Lantas, apakah manusia bisa berkomunikasi dengan malaikat yang berada di dimensi berbeda tersebut? Apakah ada bahasa yang bisa digunakan sebagai bahasa lintas dimensi, dalam hal ini dimensi malaikat yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan mereka para malaikat?
Dr. John Dee dan Edward Kelley, berusaha memecahkan misteri tersebut dan mereka mengklaim bahwa mereka menemukan bahasa tersebut. Dr. John Dee adalah seorang okultis, atau sebutan untuk orang yang mempercayai hal-hal berbau sihir, yang hidup di sekitar abad ke-16. Pada tahun 1581, ia beserta Edward Kelley mengklaim berhasil menerima komunikasi dari para malaikat. Selanjutnya, mereka mengatakan bahwa para malaikat memberi mereka pengetahuan tentang bagaimana cara mereka berkomunikasi.
Bahasa tersebut bisa digunakan sebagai bahasa lintas dimensi dan digunakan untuk berkomunikasi dengan malaikat. Lebih lanjut, menurut kedua orang tersebut, bahasa ini memiliki strukturnya sendiri, kemudian juga alphabet, dan grammar-nya sendiri. Bahasa ini kemudian dikenal dengan sebutan Enochian, atau Bahasa Enoch. Nama ini diambil dari seorang leluhur Nabi Nuh yang bernama Enoch, salah satu orang yang dihormati di Alkitab.
Enoch merupakan tokoh yang dipercaya memiliki kemampuan yang berhubungan dengan hal-hal magis, atau gaib. Sementara Dr. John Dee mengalami berbagai peristiwa yang berkaitan dengan hal-hal mistis selama rentang waktu antara 1581 - 1585. Pada usia 54 tahun, Dr. John Dee menuliskan jurnal pribadi yang menceritakan tentang Tuhan yang mengirimkan malaikat untuk berkomunikasi secara langsung dengan manusia. Setahun kemudian, dia bersama Edward Kelley melakukan demonstrasi dengan melakukan komunikasi ke dimensi malaikat. Bahkan ratusan wawancara atau pembicaraan mereka dengan para malaikat ini juga direkam. Saat itulah mereka menggunakan bahasa yang mereka sebut Enochian ini.
Bahkan, kedua okultis tersebut juga menuliskan alpabet Enochian, yang berhasil mereka temukan melalui metode "scrying session" menggunakan kaca. Pada tahun 1584, di jurnal pribadinya, Dr. John Dee menuliskan tentang Kunci Malaikat atau Enochian's Key. Tulisan ini berupa puisi yang terdiri dari 48 baris yang menceritakan tentang berbagai fungsi magis Enochian yang ditulis dalam Bahasa Enochian beserta translasinya ke dalam Bahasa Inggris.

Sayangnya, beberapa bagian dari jurnal dan penelitian Dr. John Dee ini hilang dan tidak bisa ditemukan sehingga beberapa kalangan meragukan keaslian bahasa ini. Namun beberapa orang percaya bahwa bahasa ini adalah bahasa tertua yang dikenal umat manusia. Meski begitu, beberapa penelitian tentang bahasa ini menunjukkan bahwa Bahasa Enochian memiliki keterkaitan dengan Bahasa Inggris secara grammatikal. (sumber)
Read More

Sunday, March 12, 2017

// // 19 comments

Mengharukan, Ikan Hiu ini Meminta Tolong pada Para Penyelam

Ikan hiu merupakan salah satu predator terganas di lautan. Bagi para penggemar olahraga menyelam di lautan, ikan ini merupakan hewan yang harus dihindari. Namun penyelam bernama Ben Johnson bersama dengan rombongannya mengalami hal mengejutkan ketika sedang menyelam di perairan Cayman Island, yang disebut Cayman Brac. 
Bagaimana tidak, rombongan penyelam tersebut didatangi oleh seekor ikan hiu ketika sedang menyelam di perairan tersebut. Yang makin mengejutkan, ikan hiu yang mendatangi rombongan penyelam tersebut terlihat aneh. Di kepala ikan hiu tersebut terdapat sebuah pisau sepanjang kurang lebih 30 cm.

Ikan hiu tersebut terlihat berenang mendekati rombongan penyelam dan berenang di sekitar terumbu karang. Melihat ada yang tak beres, Ben Johnson mendekati hiu tersebut. "Saya melihat sesuatu yang tak beres, saya kemudian mendekat. Dan pada saat itu hiu tersebut memutar dan seperti meminta tolong saya," kata Ben Johnson.

Menurut Ben, ia tak tega melihat itu dan langsung menarik pisau yang menancap di kepala hiu tersebut. Untungnya hiu tersebut tidak agresif dan tidak menyerang Ben. Pulau Cayman merupakan salah satu tempat yang dilarang untuk kegiatan memancing. Bahkan setiap orang yang melanggar peraturan tersebut akan didenda sebesar $500.000 USD ditambah empat tahun penjara.
Ben Johnson mengaku masih merasa heran dengan pemandangan tersebut. Bahkan rombongan penyelam yang diantar olehnya mengaku sangat terkejut dengan pemandangan tersebut, karena menurut Ben, siapapun yang datang ke Pulau Cayman ingin melihat terumbu karang yang indah, bukan hiu yang tertancap pisau di kepalanya.
Read More

Friday, March 10, 2017

// // 17 comments

Teruntuk Para Jomblo, Datanglah ke Bukit Jomblo

Jomblo, satu kata yang cukup mengerikan bagi sebagian orang. Demi menghindari satu kata ini, banyak orang rela melakukan apapun. Namun, bagi sebagian yang lain, kata ini tak begitu berpengaruh dalam kehidupan mereka. Nah, jika ada diantara pembaca yang menganggap kata 'jomblo' cukup mempengaruhi kehidupan, cobalah kunjungi Bukit Jomblo yang terdapat di Tulungagung, Jawa Timur.
Jika di Bandung terdapat Taman Jomblo, maka tak mau kalah Jawa Timur juga memiliki tempat khusus yang didedikasikan untuk para jomblo. Bukit Jomblo, sesuai namanya, tempat ini berada di ketinggian bukit, yang terdapat di Gunung Pakis, Desa Pakis Rejo, Tulungagung, Jaw Timur. Sebagaimana wisata perbukitan lainnya yang memang sedang kekinian, nampaknya Bukit Jomblo ini juga akan segera menjadi salah satu tempat wisata populer.

Selain panorama alam khas pegunungan yang indah, Bukit Jomblo juga menawarkan spot-spot khusus yang dirancang bagi pengunjung yang hobi berfoto atau selfie. Beberapa diantaranya adalah sarang burung raksasa yang bisa dimasuki oleh pengunjung dan berfoto di dalamnya. Selain itu juga ada tulisan 'Bukit Jomblo' yang juga bisa menjadi latar foto yang bagus.

Namun tentu saja yang paling menjual adalah nama bukit ini yang didedikasikan untuk para jomblo. Harapannya, pengunjung yang masih jomblo bisa menemukan jodoh di tempat ini. Tetapi bagi yang sudah punya pasangan tentu saja bisa menikmati tempat bernama 'Bukit Jomblo' ini. (liputan6.com)
Read More

Tuesday, March 7, 2017

// // 16 comments

Darah Komodo Mulai Dikembangkan Menjadi Antibiotik

Hewan luar biasa yang juga endemik Indonesia, Komodo sudah sejak lama menjadi pusat perhatian peneliti dari berbagai dunia. Namun kini peneliti mulai melirik hewan raksasa ini untuk dikembangkan menjadi antibiotik. Padahal telah diketahui bahwa Komodo memiliki bakteri yang sangat beracun dan efektif untuk membunuh mangsanya yang terdapat di air liurnya.
Lantas apa yang dikembangkan menjadi antibiotik? Bukan air liurnya yang diteliti dan dikembangkan, melainkan darahnya. Adalah sekelompok peneliti dari Universitas George Mason yang mengembangkan darah Komodo. Mereka mengklaim bahwa di dalam darah Komodo terkandung senyawa Cationic Antimicrobial Peptide (CAMP). Ujicoba yang dilakukan terhadap senyawa ini, menunjukkan bahwa senyawa ini mampu menghancurkan dua bakteri kebal obat Pseudomonas Aeruginosa dan Stylopococcus Aureus.

Salah satu yang mendorong para peneliti ingin meneliti darah Komodo adalah fakta yang menunjukkan Komodo bisa bertahan hidup meskipun memiliki bakteri mematikan di dalam liurnya. Selain itu, Komodo yang terluka akibat pertarungan dengan Komodo lain juga mampu sembuh dari lukanya meskipun tergigit Komodo lain.

Meskipun manusia juga memiliki senyawa CAMP, tetapi senyawa ini bekerja lebih efektif pada Komodo, selain juga lebih banyak. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proteome Research. Dengan penelitian ini diharapkan agar bisa lebih dikembangkan dan berkontribusi dalam dunia medis dan pengobatan. (sumber)
Read More

Sunday, March 5, 2017

// // 15 comments

Mahasiswa ini Ubah Kulit Udang Menjadi Plastik

Plastik merupakan salah satu material yang praktis, ringan, dan murah namun disamping beberapa keunggulannya itu plastik merupakan bahan yang sangat sulit diurai oleh alam. Oleh karena itu, saat ini penggunaan plastik mulai dikurangi hampir di seluruh dunia karena sampah plastik merupakan salah satu bahan yang mencemari lautan global. 
Tetapi, di tengah kampanye mengurangi penggunaan plastik, seorang mahasiswa malah membuat inovasi dengan menciptakan plastik. Untungnya, mahasiswa tersebut mengklaim bahwa plastik buatannya tersebut lebih mudah terurai daripada plastik-plastik yang lebih dulu dikenal. Menurut pembuatnya, plastik ini lebih mudah terurai oleh alam karena terbuat dari bahan alami, yaitu kulit udang serta kerang.

Mahasiswa yang berasal dari Mesir ini berhasil menciptakan plastik biodegradable yang mudah diurai serta tahan lama. Mahasiswa yang berasal dari Universitas Nil, Kairo, Mesir ini bekerja sama dengan Universitas Nottingham. Kulit udang serta cangkang keras hewan laut tersebut diolah secara kimia dengan cara dihancurkan dan dilarutkan dalam suatu cairan dan kemudian dikeringkan.

Mesir sendiri merupakan negara pengimpor udang yang sangat besar, sekitar 3.500 ton udang. Sementara itu, jumlah tersebut mampu menghasilkan sampah sebanyak 1.000 ton limbah udang. Itulah yang disampaikan Hani Chbib, salah satu peneliti proyek itu kepada Reuters. Dengan bekerja sama dengan Universitas Nottingham, Inggris, harapannya plastik kulit udang ini bisa disebarluaskan dan digunakan secara global.
(antaranews.com)
(merdeka.com)
Read More

Wednesday, March 1, 2017

// // 15 comments

Suara Burung ini Disebut Lebih Bagus Dari Rihanna

Burung memang salah satu jenis hewan yang unik. Beberapa diantara jenisnya bahkan bisa menirukan suara yang ada di sekitarnya, termasuk suara manusia. Burung Beo dan Burung Parkit adalah beberapa diantaranya. Nah, jenis burung yang disebut terakhir, Burung Parkit, atau yang juga dikenal sebagai Parrot telah menghebohkan dunia maya. Belum lama, sebuah video yang diunggah ke situs Reddit menampilkan seekor Parrot berwarna hijau cerah yang sedang menyanyikan lagu Rihanna.
Siapa yang tak kenal Rihanna? Hampir seluruh penggemar musik di seluruh dunia mengenal penyanyi yang populer lewat lagu "Umbrella" ini. Nah, di dalam rekaman video tersebut, si burung Parrot itu menyanyikan salah lagu Eminem dan Rihanna yang berjudul "The Monster." Tak butuh waktu lama, video yang diunggah oleh pengguna bernama Ursinarium ini langsung mendapatkan perhatian pengguna internet.
Beragam komentar pun muncul, bahkan mayoritas berkomentar bahwa suara Rihanna masih kalah bagus dengan suara Parrot tersebut. Tetapi tentu saja Rihanna tidak perlu khawatir akan tersaingi karena bisa jadi itu hanya candaan para pengguna internet. Nah, penasaran? Silahkan saksikan video tersebut di atas.
Read More