Friday, October 9, 2015

// // Leave a Comment

Sistem Pertahanan ini Mampu Deteksi Drone dari Jarak 1 Mil

Saat ini, drone telah digunakan dalam berbagai keperluan, dari keamanan hingga mengawasi wilayah rawan. Penggunaan drone memang efektif, karena mampu mencapai tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh kendaraan. Maka, tak heran jika di daerah konflik drone sering digunakan untuk mengawasi pergerakan atau wilayah musuh. Wujudnya yang bervariasi, dari yang besar hingga kecil, kadang sulit dideteksi oleh radar. Bahkan tak jarang ada yang menggunakan drone untuk memasok narkoba ke dalam penjara.
Untuk mengatasi hal-hal tersebut, militer Inggris telah mengembangkan sebuah sistem pertahanan terkait dengan penggunaan drone. Sistem pertahanan ini mampu memblokir perintah pada suatu drone. Bahkan, sistem pertahanan ini mampu mendeteksi keberadaan drone pada jarak satu mil dan kemudian mematikan perintah yang ditujukan pada drone tersebut.

Alat bernama Anti-UAV Defence System (Auds) dikembangkan oleh Liteye System. Cara kerja dari alat ini adalah membuat drone kehilangan komando sehingga drone tersebut mengalami malfungsi. Sistem ini terutama akan mendeteksi drone-drone yang dicurigai, atau drone yang berada di tempat-tempat sensitif. Setelah drone terdeteksi, drone tersebut kemudian akan ditandai dengan kamera thermal, dan setelah itu sinyal radio frekuensi tinggi akan diarahkan ke drone tersebut.

Sistem ini sedikit mirip dengan sistem anti drone yang dikembangkan oleh seorang ahli dari Korea yang menggunakan gelombang suara tertentu untuk mengacaukan keseimbangan suatu drone. (ibtimes.co.uk)


0 comments:

Post a Comment